Hatim al-Asham rahimahullah
mengatakan, “Siapa yang kalbunya tidak pernah mengingat empat kengerian
ini, berarti dia adalah orang yang teperdaya dan tidak aman dari
kecelakaan.Jiwa Yang Tenang
Wahai Jiwa Yang Tenang Kembalilah kepada Robmu dengan Ridho dan Diridhoi
Friday, May 10, 2013
Mangingat empat kengerian
Hatim al-Asham rahimahullah
mengatakan, “Siapa yang kalbunya tidak pernah mengingat empat kengerian
ini, berarti dia adalah orang yang teperdaya dan tidak aman dari
kecelakaan.Wednesday, June 20, 2012
Ditampar Alloh
Monday, June 4, 2012
Dua Kuasa Alloh Bertemu
(HR. Muslim, )
(Syarh Muslim,)
“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam… (lalu beliau menuturkan haditsnya) dan sebelum Kiamat ada dua kematian yang sangat dahsyat, dan setelahnya terjadi tahun-tahun yang dipenuhi dengan gempa bumi.”(HR. Ahmad, Thabroni,bazzar dan Abu Ya’la).
“Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam meletakkan kedua tangannya di atas kepalaku, lalu beliau berkata, ‘Wahai Ibnu Hawalah! Jika engkau melihat kekhilafahan telah turun di atas bumi-bumi yang disucikan, maka telah dekatlah gempa, bencana dan masalah-masalah besar, dan hari Kiamat saat itu lebih dekat kepada manusia daripada dekatnya kedua tanganku ini dari kepalamu.” (Musnad Ahmad)
Thursday, March 10, 2011
Asbab dan Pemilik Asbab ( Status FB Kang Dayat)
biarkanlah kita kehilangan dan tidak menguasasi asbab-asbab (sebab/sarana) itu tetapi jangan sekali-kali kita kehilangan dan tidak memiliki 'ruhul asbab'nya yaitu Allah swt. yang memiliki, berkuasa dan berkehendak atas asbab-asbab itu.........
Status diatas di posting oleh kang Dayat ( begitu saya biasa memanggilnya) di facebook..beliau meminta kepada saya untuk membantu menjelaskan status tersebut atas permintaan seorang temannya yang sangat tawadhu/rendah hati, sangat ingin menggali ilmu yang shahih.
sebenarnya saya merasa tersanjung ( kayak judul sinetron ya..) sekaligus berat hati bagaikan memikul gunung untuk memberikan penjelasan atas status tersebut yang sebenarnya menurut “penerawangan” saya kang Dayat sendiri mampu menjelaskannya karena tidak semata-mata kang Dayat menulis status tersebut kecuali kang Dayat pasti memahaminya walaupun menurut pengakuannya kang Dayat masih jauh dari status yang dibuatnya ( sama kang.....tebih pisan). tapi untuk kebaikan yang lebih besar saya mencoba memberikan sumbangan pemikiran sedikit semoga bermanfaat.
Bismillah………
Kata asbab berasal dari bahasa arab, terbentuk dari kata “Asbaba” kata “Asbaba” merupakan jama’ dari kata “Sababa” yang berarti sebab, maka “Asbaba” mempunyai arti sebab-sebab. terjadinya sesuatu, adanya sesuatu menurut logika karena ada sebabnya, ada yang melatar belakangi sesuatu itu ada. Kita sering dengar asbab an-Nuzul atau asbab al- Wurud. Sebab-sebab atau yang melatar belakangi turunnya ayat atau hadist. Dalam keseharian kita misalnya berlaku hukum sebab akibat. Sebab sesuatu akan berakibat sesuatu. Dan terkadang bahkan sering sebab itu sendiri muncul karena sebab yang lain ( nah loh bingung…bingung deh. Sampai disini berhenti dulu membaca dan rileks….oke). Disinilah point perbedaan cara pandang orang2 yang mengaku tidak percaya akan adanya Tuhan ( baca: Alloh) dengan orang-orang beriman yang percaya akan keberadaan Alloh yang memiliki sifat Al Awwal ( yang Maha Awal tanpa permulaan) dan Al Akhir( yang Maha Akhir tanpa Akhiran).
“ Dialah yang awal dan yang akhir, yang dhohir dan yang bathin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” ( QS Al Hadid: 3)
dalam status kang Dayat asbab dimaknai sarana, materi, kekayaan, uang, mobil, motor, rumah dan materi kebendaan lainnya yang itu semua adalah bisa menjadi sebab kebaikan juga sebaliknya keburukan tergatung kepada niat dan pemanfaatannya. Dengan mobil bisa menjadi sebab seseorang sampai ke majelis ta’lim dan dengan sebab mobil seseorang bisa sampai pula ke lokalisasi. Naudzubillah…..nah dalam menjalankan amal sholeh atau kebaikan apapun, kita tidak boleh bergantung kepada sebab-sebab ini dalam artian sebab jadi tujuan, sebab jadi “tuhan” secara sadar atau tidak. Saya akan sholat berjamaah jika ada sepeda yang mengantarkan saya ke mesjid, saya akan dakwah jika ada duit yang cukup, saya akan shodaqoh jika gaji saya sudah mencapai nilai segini….., , kalau saya tidak buka toko saya tidak akan mendapatkan rezeki, saya akan ini jika….saya akan itu bila…….saya gak bisa amal sholeh jika……..dan sebagainya. Bergantung kepada asbab dalam menjalankan amal sholeh adalah kerusakan aqidah dan keimanan. Perang Hunain adalah sebuah perang yang mengajarkan kepada kita bagaimana akibat yang diterima kepada orang-orang yang meyakini asbab dari pada kepada Sang Pemilik asbab ( Alloh SWT) peristiwa itu Alloh abadikan dalam Firmannya didalam Al-Quran:
“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu pada beberapa tempat dan pada Perang Hunain, tatkala kamu bangga dengan jumlahmu yang banyak, tapi tidak berguna sedikitpun. Dan bumi yang luas menjadi sempit bagimu saat itu, hingga kamu berpaling sambil mundur. Kemudian Allah turunkan perasaan tenang kepada Rasul-Nya dan kepada semua orang Mukmin. Dan Ia kirimkan bala tentara yang tidak kamu ketahui dan Ia siksa orang-orang yang kafir. Demikianlah balasan Allah kepada orang-orang yang kafir.” (QS. At-Taubah: 25-26)
Awalnya ialah pemimpin-pemimpin kabilah Hawazin dan Tsaqif khawatir kalau setelah Makkah takluk akan tiba giliran mereka ditaklukkan. Karena itu mereka berinisiatif untuk menyerang kaum Muslimin lebih dahulu. Dikumpulkanlah seluruh rakyat berikut semua harta benda yang mereka miliki untuk dibawa ke medan perang. Pasukan mereka itu dipimpin oleh Malik bin Auf, dengan pasukan yang jumlahnya hampir mencapai 30 ribu prajurit.
Di pihak Islam, Nabi mengomandokan kaum Muslimin agar bersiap-siap untuk menghadapi tantangan itu. Pasukan Islam yang terdiri dari sahabat-sahabat Nabi yang telah lama masuk Islam dan yang baru, keluar bersama Nabi. Sesampainya di Lembah Hunain, mereka disergap oleh tentara-tentara Hawazin dan sekutu-sekutunya. Tetapi serbuan mendadak ini berhasil diatasi, sehingga orang-orang sibuk mengambil harta benda yang ditinggalkan oleh musuh. Dalam kesibukan itulah musuh kembali mengambil inisiatif untuk kembali menyerang dan mengakibatkan porak-porandanya pasukan Islam. Mereka semakin kocar-kacir setelah mendengar bahwa Rasulullah telah terbunuh.
Berkali-kali Nabi menyerukan bahwa dirinya masih hidup, tetapi hanya beberapa kelompok Muhajirin dan Anshar saja yang tetap bertahan. Kemudian Abbas kembali meneriakkan hal yang sama sehingga berhasil mengumpulkan pasukan yang sudah kacau-balau itu, bahkan berhasil kembali mengungguli musuh dan memboyong harta rampasan yang berlimpah ruah.
Dalam peristiwa perang hunain tersebut kita bisa ambil pelajaran bagaimana tatkala sebagian dari pasukan muslimin menggantungkan keyakinannya kepada asbab kebendaan yakni banyaknya pasukan, mereka lupa bahwa pertolongan Allohlah yang sebenarnya menentukan. walaupun perang Hunain dimenangkan kaum muslimin dibawah komando Rosululloh SAW sendiri beserta kaum Anshar dan muhajrin yang keimanan mereka tidak diragukan lagi.
Kita lihat bagaimana dengan kejadian perang Badar. Pada peperangan ini, diriwayatkan bahwa Rasulullah senantiasa terus memperbanyak doa, dengan penuh ketundukan dan khusyu’, sehingga Abu Bakar iba melihat beliau seraya berkata “Ya Rasulullah, demi diriku yang berada di tanganNya, bergembiralah! Sesungguhnya Allah pasti akan memenuhi janjiNya kepadaMu.” Salah satu dari doa beliau, “Ya Allah, inilah orang-orang Quraisy yang datang dengan kecongkakan dan kesombongannya untuk mendustakan RasulMu. Ya Allah, tunaikanlah kemenangan yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, kalahkan mereka esok hari…”. Sesungguhnya betapa banyak dan besarnya pertolongan yang Allah berikan bagi pasukan Rasulullah Saw. dalam perang Badar. Betapa janji Allah selalu benar, bahwa Allah Swt. pasti akan menolong hambaNya yang menolong agamaNya. Sejarah telah mencatat rahmat Allah yang menyertai orang-orang yang beriman. Kemenangan sejati selalu ada ketika ia bersandingan dengan iman. Walaupun pasukan muslimin dalam jumlah jauh lebih sedikit dibanding pasukan musuh. Dalam peristiwa ini Alloh SWt menolong kaum Muslimin dengan menurunkan pasukan malaikat sebagaimana di firmankan :
“Sesungguhnya Aku akan mendatangkan kepadamu bala bantuan dengan seribu malaikat yang ating berturut-turut. “Dan Allah tidak menjadikan (bantuan bala tentara malaikat itu) melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tentram karenanya. Dan kemenangan itu hanya dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa Maha Perkasa. (” (Q.S.An Anfal:9-10).
Masih banyak lagi peristiwa yang menjelaskan pentingnya kita menempatkan yakin atau Iman diatas asbab kebendaan.
Jangan salah persepsi dan salah menyikapi.
Dalam menyikapi status kang Dayat diatas jangan disalah artikan bahwa kita tidak membutuhkan asbab itu sama sekali. Jangan jadi kaum jabariyah yang mengatakan, seorang hamba terpaksa (dikendalikan) dalam perbuatan dan tindakannya, manusia tidak memiliki kehendak dan kemampuan. Mereka berlepas tangan dari ikhtiar mereka dalam hal ini kebablasan alias Ghuluw. Alloh memberi kita kemampuan dan kehendak yang harus dijalankan secara lahir. Berdasarkan firman Alloh ta’aala:
''Dan katakanlah, Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zhalim itu Neraka yang gejolaknya mengepung mereka.'' (Al-Kahfi: 29).
Hadits yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim dan lafazh dari riwayat Imam al-Bukhari dari Ali bin Abi Thalib, sesungguhnya Nabi bersabda. ''Setiap orang dari kalian telah ditentukan tempatnya di Surga atau di Neraka. Seseorang bertanya, 'Kenapa kita tidak pasrah saja, wahai Rasulullah?' Beliau menjawab: 'Jangan, akan tetapi berbuatlah karena masing-masing akan dimudahkan”. Kemudian beliau membaca ayat, 'Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa.'' (QS.AI-Lail: 5)
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi. (QS. Al Qashash : 77)
Saya kira untuk menyegarkan ingatan saya kutip kembali status FB kang Dayat di paragraph ini :
“biarkanlah kita kehilangan dan tidak menguasasi asbab-asbab (sebab/sarana) itu tetapi jangan sekali-kali kita kehilangan dan tidak memiliki 'ruhul asbab'nya yaitu Allah swt. yang memiliki, berkuasa dan berkehendak atas asbab-asbab itu.........”
Melihat bayan/penjelasan sebelumnya kita faham bahwa status diatas bukan ditujukan untuk menggembosi kita untuk tidak memperoleh asbab ( asababnya satu aja karena sudah jama’ kalau dua kali kebanyakan heheheh) atau saran kebendaan atau dunia tapi bagaimana kita menempatkan Alloh swt Sang pemilik asbab/sarana itu yang utama di hati kita, jangan sampai karena tidak ada asbab menjadikan kita lemah untuk memperoleh karunia Alloh, karena tidak ada asbab kita terhalang dari jalan Alloh, karena tidak ada asbab kita resign dari amal sholeh. Tapi jadikan asbab yg Alloh takdirkan bagi kita sebagai sarana untuk memperoleh cinta Alloh swt. Jika demikian adanya berarti kita masih yakin dengan asbab kebendaan dan hawa nafsu. Firman Alloh :
Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal [nya]. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal [nya]. ( QS An-Nazi’aat: 38-41)
Kecuali jika kita dihadapkan untuk memilih dan tidak ada pilihan lain selain keduanya maka ucapkanlah:
“biarkanlah kita kehilangan dan tidak menguasasi asbab-asbab (sebab/sarana) itu tetapi jangan sekali-kali kita kehilangan dan tidak memiliki 'ruhul asbab'nya yaitu Allah swt. yang memiliki, berkuasa dan berkehendak atas asbab-asbab itu.........”
Wallohu A’lam Astaghfirullohal ‘adhiim
Al faqir ilalloh
Rudy Abu Adzkiya
Monday, November 29, 2010
Anakku... lepaskan 3 ikatan syetan itu!!!
“ sayang, bangun sayang! Subuh …subuh!”, rayuku kepada putriku Adzkiya yumna yang sedang tertidur lelap terbuai mimpi berselimut kelambu merah bercorak bunga ros. “ yumna..bangun nak sudah hampir terang tuh…”, rayuku kembali dengan menyebut nama belakangnya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 04.35. itu artinya waktu subuh sudah lewat sekitar 30 menit waktu Bandung. Adzkiya yumna putri sekaligus anak pertamaku tidak bergeming dari kasurnya yang beralaskan lantai, tepat di ruang tengah “gubuk” ku.
Adzkiya sudah kelas satu sekolah dasar. Sekarang usianya tepat tujuh tahun. Walau sedikit dipaksa untuk sholat lima waktu Adzkiya terbilang sudah terbiasa melakukannya kecuali sholat subuh. Aku dan istriku harus lebih bersabar untuk berusaha membangunkan Adzkiya untuk sholat subuh tepat waktu. Terikat oleh anjuran Nabi Saw aku berusaha untuk membiasakan sholat lima waktu kepada putriku yang satu ini walau usaianya masih terbilang dini. Ibarat pohon selagi masih muda batangnya masih mudah untuk di arahkan, dibengkokkan kesana kemari tergantung kemana arah batang pohon muda itu di arahkan si empunya.
Kiya…bangun sayang”, sambil ku elus-elus kepalanya aku merayu lagi kali ini ku panggil dengan panggilan kecilnya.
Ku usap-usap punggungnya Adzkiya menggeliat berpindah posisi merangkul bantal guling hijau daun disampingnya.
Iya..nanti masih ngantuk….”, gumamnya mulai bangun walau terlelap kembali.
Yumna…..yumna…ayo nak..subuh.subuh,” aku memelas pura pura sedih.
Terbersit dalam hatiku sebuah hadist Nabi saw yang menjelaskan tentang tiga ikatan syetan yang menjadikan manusia malas bangun dari tidurnya untuk sholat.
Kuraih putriku yang masih merangkul bantal gulingnya dan keletakkan kepalanya di lengan kananku.
”Kiya …denger !. ayah mau kasih tau sama kiya ..mau denger gak?..”, tanyaku walau Adzkiya masih terpejam matanya. Adzkiya mengangguk lemah. Itu tandanya dia mendengar apa yang aku katakan padanya.
Bismillah……
“ kiya, …orang itu kalau tidur susah bangun untuk sholat , itu tandanya dia diikat sama syetan, tiga biji lagi ikatannya”, aku menjelaskan sementara mata Adzkiya masih terpejam.
“ah gak pa pa “, kataku dalam hati. Aku yakin Adzkiya mendengarkan.
( penulisan terhenti karena Adzkiya datang menghampiri ku dan membaca apa yang ku tulis dia merebut mouse dan menutup catatan ini sambil tertawa malu…dan langsung ngacir ..pergi mandi ..hehehehe)
Lanjut……
( ehhh istriku memanggil……”ayah….ayah… “, pangil istriku. “ ya…bu ono opo”, jawabku. “ tolong jemur pakaian!..”, istriku meminta. Hihihihi….tugas rutin menanti ..jemur pakaian..si kecil hilmi pun terbangun memanggil..manggil ibunya….buyarrrrr deh..cancel…save)
Lanjut….
“ kiya, …orang kalau tidur susah bangun untuk sholat , itu tandanya dia diikat sama syetan, tiga, lagi ikatannya”, aku menjelaskan sementara mata Adzkiya masih terpejam.
“ah gak pa pa “, kataku dalam hati. Aku yakin Adzkiya mendengarkan.
“kiya…kalau kiya bangun terus baca doa, satu ikatan syetan lepas nak…” aku menjelaskan.
“ ayo nak bangun……baca doanya…”, pintaku. Adzkiya lilir sambil bergumam membaca doa bangun tidur yang memang sudah dihafalnya “ Alhamdulillahilladzii ahyaanaa badamaa amatanaa wailaihinnusyuurr..”. Walau sambil ngantuk-ngantuk, Adzkiya membacanya dengan lengkap agak sedikit belepotan. Matanya masih terpejam tubuhnya masih lemas dipangkuanku. Aku kembali mengusap-usap punggungnya dengan hati berharap Adzkiya terbangun.
Matanya terbuka kecil dan tersenyum kepadaku.
“ ayaaaahhh…..”, Adzkiya memanggil lirih.
“ ayo nak bangun….satu ikatan syetan sudah lepas tuh, kan tadi kiya dah berdoa. Ayo nak kalahkan syetan..masih dua lagi…”, rayuku sambil terus kuusap kepalanya.
“ ayo nak ….wudhu nak…ayo lepaskan ikatan kedua dengan pergi ke air dan ambil wudhu!”,sahutku lagi.
Tidak terlalu lama Adzkiya bangkit seraya berkata “ pipis….pengen pipis”, pintanya sambil masih ngantuk-ngantuk. Kuantarkan Adzkiya menuju kamar mandi untuk menuntunnya berwudhu. Selepas wudhu akupun menegaskan lagi padanya.
“ nah dua syetan sudah kiya kalahkan…kiya hebat bisa mengalahkan syetan…tapi masih satu tuh ..ayo sholat subuh kita habisi syetan sekalian…ayah bantuin deh…”, seruku. Adzkiyapun bergegas mengambil mukena dan sajadahnya dan sholat dua rokaat subuh sambil berkata “ ayah….janghan liatin atuuhh ..”, pintanya malu. Aku tinggalkan Adzkiya sholat subuh dibalik tembok kamar tengah tempat tidurnya sehari-hari. Tak terasa air mataku menetes bahagia melihat putriku Adzkiya yumna bersujud menyembah Robbnya di keheningan pagi yang masih gelap. Segala puji hanya milik-Mu yaa Alloh jadikan hamba yang lemah ini termasuk orang-orang yang menegakkan sholat dan juga anak keturunanku….aminn .
Monday, September 27, 2010
Gak Ada Ide Pun Bisa Belajar Menulis
Apa yang harus saya tulis hari ini, ikut kursus belajar menulis, pengen sih tapi…saya sendiri gak tahu alasannya kenapa saya kok rasanya "diganduli" jika ada rencana ke arah sana. Kadang iri juga melihat beberapa temen dapat membuat buku dari hasil cuap- cuap di blognya atau menulis hasil liputan jurnalistiknya. Betapa bangganya memiliki hasil karya yang dapat dinikmati orang banyak, apalagi karya itu dapat memiliki nilai manfaat bagi pembacanya uih…. selain senang jadi amal jariyah pula. Jadi inget kata-kata hikmah “ilmu itu diikat dengan menulis”. betapa penting peran tulis-menulis bagi kehidupan peradaban manusia. sejak awal al qur’an diturunkan Alloh swt memerintahkan dengan kalimat baca dan tulis. “Bacalah!! dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah, Bacalah!! dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam”. kata baca dan kalam adalah dua hal yang pasti berkaitan. Kalam Dengan tidak bermaksud menafsirkan firman tersebut saya fikir seorang penulis yang baik dia semestinya banyak membaca …membaca dan membaca. Dengan membaca akan berlimpah ilmu dengan berlimpah ilmu maka akan mudah kita menyampaikan pesan dengan media apapun termasuk diantaranya dengan tulisan.
Menengok agak jauh ke masa lalu mungkin orang kebayakan bilang masa kuno dan tradisional, masa dimana orang-orang shaleh, para ilmuwan terdahulu begitu brilian dengan khazanah ilmu dan penemuan-penemuan yang mereka ciptakan. Mereka tidak lepas mencatat karya besar mereka dalam tulisan-tulisannya. Sebut saja Ibnu Katsir yang memiliki nama lengkap Abul Fida’, Imaduddin Ismail bin Umar bin Katsir al-Qurasyi al-Bushrawi ad-Dimasyqi, Kitab beliau Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim menjadi kitab tafsir terbesar dan tershahih hingga saat ini al-Bidayah Wa an-Nihayah yang berisi kisah para nabi dan umat-umat terdahulu, Jami’ Al Masanid yang berisi kumpulan hadits, Ikhtishar ‘Ulum al-Hadits tentang ilmu hadits, Risalah Fi al-Jihad tentang jihad dan masih banyak lagi. Imam Al Ghazali dengan kitab Ihya Ulumuddin kitab fenomenal yang memaparkan Islam dari berbagai sudut, Sir Issac Newton menulis sebuah buku Philosophiae Naturalis Principia Mathematica, dimana pada buku tersebut dideskripsikan mengenai teori gravitasi secara umum, berdasarkan hukum gerak yang ditemukannya, dimana benda akan tertarik ke bawah karena gaya gravitasi. Dan masih banyak lagi karya-karya besar orang-orang terdahulu yang mengangkat namanya sepanjang masa.
Alloh Swt mengisyaratkan dengan kalimat pena dan tinta tatkala Dia menjelaskan tentang Maha luasnya ilmu-Nya sebagaimana tersebut dalam Al-qur’an Surat Al-Kahfi ayat 109 dan Luqman ayat 27
“Katakanlah, kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula.” (QS. Al Kahfi: 109)
“Dan seandainya pohon-pohon di muka bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Luqman: 27).
Melihat fenomena kebiasaan manusia sejak lahir sampai liang kubur kayaknya menulis adalah fitrah atau sunatulloh bisa dikatakan demikian. Surat menyurat, ngeblog, update status di facebook, ngasih komentar, sms bolak-balik alias “berbalas pantun” dan banyak fenomena lainnya.
Ada beberapa alasan bagi saya sebenarnya jujur saja, awalnya saya berpendapat bahwa menulis itu identik membuat buku-buku besar an sich, tanpa memikirkan prosesnya, jadi berfikir instant, emangnya buat mie bisa instant….. Maka saya terlalu berat saya berfikir. Ibarat seorang anak kecil yang gemar bermain sepak bola sudah berfikir ingin seperti Ronaldo dengan tidak pernah menendang bola sama sekali. Maka untuk menjadi penulis hebat sekaligus sukses kita harus menjalani tahapan-tahapan proses kearah sana awalnya. Belajar menulis adalah bagian dari proses itu. Lo ternyata saya sudah menulis......
http://www.sekolahmenulisonline.com/
Tulisan ini diikutsertakan pada Program Beasiswa SMO 2010
